6-*Kuliner Kaki Lima Surabaya: Cita Rasa Khas di Setiap Sudut Kota*
Kuliner kaki lima di Surabaya merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat setempat. Di setiap sudut kota, dari gang kecil hingga jalan utama, mudah sekali menemukan penjual makanan yang menawarkan berbagai hidangan lezat dengan harga terjangkau. Makanan kaki lima tidak hanya menggugah selera, tetapi juga mencerminkan kekayaan budaya dan keberagaman etnis yang ada di Surabaya. Setiap sajian memiliki cerita dan warisan yang diturunkan dari generasi ke generasi.
Salah satu makanan kaki lima yang paling populer di Surabaya adalah lontong balap. Hidangan ini terdiri dari irisan lontong, tauge, tahu goreng, lentho, dan disiram dengan kuah kecap yang khas serta diberi sambal dan bawang goreng. Rasanya yang manis, gurih, dan pedas menjadikannya favorit banyak orang. Selain lontong balap, ada juga rujak cingur, makanan khas yang terbuat dari irisan buah, sayur, tempe, tahu, dan cingur (hidung sapi) yang disiram bumbu kacang dan petis. Rasa unik dari petis menjadi ciri khas rujak cingur yang tak ditemukan di tempat lain.
Di malam hari, jalanan Surabaya semakin ramai dengan penjual sate ayam, nasi goreng, dan penyetan. Penyetan Surabaya terkenal dengan sambalnya yang pedas dan menggigit, disajikan bersama ayam goreng, tahu, tempe, dan lalapan. Tak ketinggalan pula nasi krawu yang berasal dari Gresik namun sangat populer di Surabaya, dengan cita rasa gurih dari daging suwir dan serundengnya.
Para penjual kaki lima di Surabaya biasanya sudah berdagang sejak puluhan tahun lalu, bahkan ada yang diwariskan secara turun-temurun. Mereka tidak hanya menjual makanan, tapi juga menjaga tradisi dan keaslian rasa. Dengan memasak menggunakan resep keluarga dan bahan lokal, mereka menjadi penjaga cita rasa kuliner Jawa Timur yang autentik.
Kuliner kaki lima Surabaya bukan sekadar santapan, tetapi juga pengalaman sosial. Duduk bersama di kursi plastik, menikmati makanan hangat sambil berbincang dengan penjual atau pelanggan lain, menciptakan suasana hangat yang khas. Inilah yang membuat kuliner kaki lima di Surabaya tak pernah kehilangan penggemarnya, baik dari kalangan lokal maupun wisatawan.
Mengunjungi Surabaya tanpa mencicipi makanan kaki limanya bagaikan melewatkan separuh jiwa kota ini. Setiap gigitan adalah kenangan, setiap rasa adalah cerita, dan setiap penjual adalah penjaga tradisi kuliner yang hidup di tengah hiruk pikuk kota.
